<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272</id><updated>2011-04-21T11:43:38.193-07:00</updated><title type='text'>Midie</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://m-midie.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-116849318267686376</id><published>2007-01-10T21:11:00.000-08:00</published><updated>2007-01-10T21:26:22.686-08:00</updated><title type='text'>2 bulan yang lalu</title><content type='html'>Sudah dua bulan aku dengan lelaki yang ini. Lagi-lagi, dia sudah beristri. Kenapa aku selalu jatuh cinta pada lelaki beristri? Apakah karena mereka sudah menikah, mereka lebih menarik? Mereka mapan, independen, dan karena mereka telah menikah, mereka mempunyai bukti mereka bisa diandalkan untuk hubungan yang lebih dari pada hanya pacaran. &lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku melihat istrinya. Kaget, walaupun seharusnya tidak. Aku sengaja datang ke tempat itu untuk melihatnya. Dalam penilaianku, istrinya biasa-biasa saja. Tidak cantik, tidak jelek, tidak modis, tidak gembel pula. Sebelum aku pergi hari itu, aku bertanya-tanya seperti apa perasaanku nanti ketika melihat istrinya. Apakah aku akan merasa bersalah? Benci? Iri? Ternyata, aku salah besar. Aku tidak merasa apa-apa. Penilaianku akan istrinya datar, tanpa perasaan. Hanya ada suatu rasa familiar yang menyerangku, sepertinya aku telah mengenalnya begitu lama tapi baru kali ini bertemu.&lt;br /&gt;Kemarin si lelaki membawaku pulang ke rumahnya. Istri dan anak-anaknya sedang keluar kota. Aku menolak tidur di kamar tidur yang dia biasanya pakai dengan istrinya. Bukan karena aku merasa bersalah, hanya rasa tidak enak saja terhadap istrinya. Karena aku tidak akan mau diperlakukan begitu kalau aku jadi si istri. Akhirnya aku tidur di kamar anaknya yang sulung. Tetapi aku masih merasa aneh. Kamar itu berbau bedak bayi, spreinya merah muda, dindingnya putih. Biarpun kamar itu kamar anaknya, tapi aku tahu, istrinyalah yang menyiapkan kamar itu untuk si anak. Istrinyalah yang memilih warna dinding dan membeli sprei. Rasa bersalah mulai menyebar di benakku. Aku pindah. Dan malam itu, aku tidur di sofa, dalam pelukan si lelaki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-116849318267686376?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116849318267686376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116849318267686376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2007/01/2-bulan-yang-lalu.html' title='2 bulan yang lalu'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-116235202761667668</id><published>2006-10-31T19:32:00.000-08:00</published><updated>2006-10-31T19:33:47.630-08:00</updated><title type='text'>Tai</title><content type='html'>Tai anjing, babi, kucing, taiiiii!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuih! Ludahku ke mukamu yang jelek seperti tai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benci kamu! Ingin aku membuatmu sengsara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-116235202761667668?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116235202761667668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116235202761667668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/10/tai.html' title='Tai'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-116235260253855734</id><published>2006-10-15T15:17:00.000-07:00</published><updated>2006-10-31T19:43:22.540-08:00</updated><title type='text'>bangun!</title><content type='html'>Ingin aku hapus kesedihanmu. Tak tahan aku melihatmu menangis. Ingin rasanya kubunuh penyebab kesedihanmu tapi apa daya. Sebabnya pun tak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihanmu menular. Hatiku sedih. Ingin aku menangis bersamamu tapi mataku kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjam-jam kita bicara. Tapi tak ada solusi. Jalan buntu. Habis sudah. Panas kupingku mendengar ucapanmu yang itu-itu saja. Ingin aku teriak, supaya kau bangun dari kesedihanmu yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bosan. Aku letih. Tak tahan dengan dirimu yang menyerap dan membunuh semua rasa senangku. Ketika aku bersamamu, yang ada hanya kesedihan. Kesedihanmu menaungi semua orang yang dekat denganmu. Seperti orang sakit lepra. Kaulah si penyebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernahkah kau tanyakan dirimu, kenapa makin lama makin banyak teman-temanmu yang menghilang? Aku rasa mereka sama sepertiku, jenuh dengan kesedihanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa kau senang dalam kesedihanmu. Karena ketika kau sedih, kau mendapat perhatian dari orang-orang. Dan kesedihanmu adalah temanmu yang paling baik didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan pergi. Meninggalkanmu dengan kesedihanmu. Sampai kau sadar kesedihanmu membawa petaka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-116235260253855734?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116235260253855734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116235260253855734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/10/bangun.html' title='bangun!'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-116038075311217236</id><published>2006-10-01T00:58:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T00:59:13.126-07:00</updated><title type='text'>aku</title><content type='html'>orang bilang aku cantik&lt;br /&gt;setiap hari kupandangi cermin, kucari keriput yang tidak ada, kerutan yang tidak tampak, cacat yang hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang bilang aku seksi&lt;br /&gt;setiap hari kuperiksa tubuhku, telanjang tanpa busana, lekukan yang dalam, yang menonjol, yang menyatu menjadi satu titik kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang bilang aku pintar&lt;br /&gt;orang bilang aku bisa menjadi apa pun yang aku mau asalkan aku bekerja keras&lt;br /&gt;orang bilang aku seharusnya melakukan lebih dengan hidupku&lt;br /&gt;orang bilang aku menyia-nyiakan hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;persetan&lt;br /&gt;orang tidak tahu apa-apa&lt;br /&gt;karena jika dunia kiamat, aku akan berdiri sendiri&lt;br /&gt;dalam kepompong yang telah kubangun&lt;br /&gt;didalam diriku sendiri&lt;br /&gt;didalam otakku yang pintar&lt;br /&gt;tersembunyi dalam tubuhku yang seksi&lt;br /&gt;dibelakang mukaku yang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada akhirnya, yang ada hanyalah aku dan tuhanku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-116038075311217236?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116038075311217236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/116038075311217236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/10/aku.html' title='aku'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-115829469618549824</id><published>2006-09-14T21:17:00.000-07:00</published><updated>2006-09-14T21:31:36.196-07:00</updated><title type='text'>Lagi</title><content type='html'>Ketika aku melihat namamu di layar hp, aku tertegun. Jawab? Atau biarkan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara kedua pilihan itu, hasil akhirnya akan sangat berbeda.  Kalau ku jawab, itu berarti kau akan datang menjemputku dan kita akan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kubiarkan, hidupku akan berlanjut seperti biasa, membosankan dan sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyerah. Dering hp mulai mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hi...ini aku. Lagi ngapain?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga ngapa-ngapain. Dirumah aja, nonton TV."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Oh...mau pergi ngak? Aku bosan nih."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mm, kapan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku langsung ke rumah kamu sekarang.  Paling setengah jam."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok. Aku siap-siap sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ok. Dah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jantungku berdetak kencang.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perasaanku campur aduk. Antara senang, excited, dan rasa bersalah. Tak tahu sampai kapan akan seperti ini. Salah, tapi menyenangkan. Dosa, tapi nikmat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sampai kapan akan seperti ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-115829469618549824?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115829469618549824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115829469618549824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/09/lagi.html' title='Lagi'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-115496128158689048</id><published>2006-08-07T07:22:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T07:34:41.646-07:00</updated><title type='text'>Yakin</title><content type='html'>"Cinta itu harus yakin. Kalau tidak yakin, itu bukan cinta. Itu nafsu." Begitu ceramah si peninggi agama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya, "Jadi, apakah saya ini cinta atau nafsu Pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu yakin tidak?" dia balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ummm..kadang yakin. Kadang tidak. Saya juga kurang tahu." Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berarti kamu belum yakin..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memotong, "Tapi saya tidak mau kalau dibilang saya nafsu saja Pak. Kalau nafsu bukannya sesuatu yang negatif? Yang tidak baik? Saya tidak mau dicap seperti itu Pak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, tergantung bagaimana kamu melihatnya. Yang dimaksud nafsu ini bukan cuma secara fisik. Tapi juga nafsu mengenai hal-hal lain." Dia menjelaskan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya Pak?" Aku balas bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nafsu untuk memiliki, untuk mendapatkan status diantara teman-teman karena kamu sudah punya pacar, nafsu untuk mempunyai seseorang yang bisa mengajakmu jalan-jalan Sabtu malam. Seperti itulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu saya nafsu secara fisik saja deh Pak. Sepertinya lebih gampang untuk dijelaskan. Dan sepertinya nafsu fisik itu lebih normal daripada nafsu-nafsu yang lain." Jawabku enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggi agama itu tidak senang mendengar jawabanku. Dia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkanku tanpa bicara. Aku termenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah ini sampah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-115496128158689048?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115496128158689048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115496128158689048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/08/yakin.html' title='Yakin'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-115366005555769844</id><published>2006-07-23T06:03:00.000-07:00</published><updated>2006-07-23T06:07:35.566-07:00</updated><title type='text'>Friendship 2</title><content type='html'>Akhirnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini cuma akan diisi oleh satu orang. Yang dua lagi? Entah kemana.  Tidak mau perduli.  Mereka pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman? Apa itu? Aku benci. Sebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pengecut karena mereka tidak berani menyatakan perasaan mereka. Aku tidak mau terlibat ditengah-tengah. Biarkan persahabatan mereka retak, aku lepas tangan. Sudah cukup segala hal yang telah aku lakukan untuk menyatukan mereka. Dan aku tidak rela menjadi hal yang bisa dimenangkan. Lebih baik aku tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good bye.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-115366005555769844?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115366005555769844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115366005555769844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/07/friendship-2.html' title='Friendship 2'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-115199613046170792</id><published>2006-07-03T23:39:00.000-07:00</published><updated>2006-07-03T23:55:30.476-07:00</updated><title type='text'>Penggalan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"LO gak bakalan pernah bisa jadi 100% Cina. Gimana pun lo ga bisa. Biarpun lo pindah agama kek, operasi plastik kek, mo nenek lo ato kakek lo masih keturunan kek. Gimana pun ga bisa.  Kalo lo jadian sama co ini, lo ngak bakalan dianggap. Dimata mereka, lo tuh ga sebanding sama mereka, karena lo bukan Cina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mao lo punya anak satu, selusin, seratus, tetap aja keturunan lo ga dianggap. Tau gak kenapa? Soalnya gimana pun, anak lo bukan 100% Cina. Cuma setengah Cina, dari bapaknya doang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percaya deh sama gue. Gue udah pernah ngalamin. Gue jadian sama co Cina setahun, gue cuma pernah diajak ke rumahnya sekali! Dia bilang orang tuanya ga suka sama gue karena gue beda agama. Terus, waktu gue bilang gue mau pindah agama, dia alasan kalo orang tuanya ga suka sama keluarga gue yang broken home soalnya takut ntar gue bisa jadi tukang selingkuh juga. Akhirnya gue capek sendiri, gue putusin tuh co. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget gak waktu lo bilang gitu sama gue Ri? Lo salah Ri. Ga semua orang kaya gitu. Mungkin lo udah ada pengalaman buruk sama orang Cina, tapi ga semua kaya gitu Ri. Lagian, ga usah jauh-jauh deh, tinggal ganti aja kata "Cina" sama kata "Jawa, India, Madura, Sunda, Palembang, Batak, dll" sama aja kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami gue baik banget sama gue. Orangtuanya juga. Bulan depan mereka bakalan pindah ke sini, tinggal dirumah gue. Sekalian bantuin jaga cucu deh gitu. Gue yang ngusulin mereka pindah kesini, supaya bisa deket sama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tau lo dulu ngomong gitu sama gue soalnya lo takut gue ngalamin yang lo udah pernah ngalamin, tapi bener deh Ri, gue bahagia. Dan mudah-mudahan, lo juga bisa bahagia buat gue. Gue kangen sama lo, kapan lo balik ke Jakarta?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-115199613046170792?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115199613046170792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/115199613046170792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/07/penggalan.html' title='Penggalan'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114960995909613691</id><published>2006-06-06T09:02:00.000-07:00</published><updated>2006-06-06T09:05:59.106-07:00</updated><title type='text'>Friendship</title><content type='html'>Sudah 5 hari kita tidak berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 5 hari itu aku berpikir, segampang itukah persahabatan kita putus?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114960995909613691?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114960995909613691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114960995909613691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/06/friendship.html' title='Friendship'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114682094536018318</id><published>2006-05-05T02:20:00.000-07:00</published><updated>2006-05-05T02:22:25.370-07:00</updated><title type='text'>Memar</title><content type='html'>Rasanya mau mati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kau sedang mencoba untuk mematahkan hatiku. Mematahkannya kemudian kau pungut bagian-bagian dari hatiku, dan kau lem satu persatu. Semua itu kau lakukan hingga akhirnya aku kehilangan semua keberanianku. Sehingga aku tunduk padamu dan memenuhi kriteriamu tentang pacar yang menurut dan hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kau memukulku, mungkin akan ada bekas yang aku bisa perlihatkan teman-temanku. Tapi memar di hati tidak bisa diperlihatkan. Dan aku sudah tidak tahu lagi bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu masih bisa disebut cinta. Ya, aku mencintaimu, tapi aku tak tahu berapa lama aku bisa bertahan. Pacaran denganmu seperti berpacaran dengan bom waktu, tapi bedanya, aku tak pernah tahu kapan kau akan meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tega. Tega sekali. Ketika aku mengancam akan bunuh diri, baru kau maafkan aku. Tapi semua itu, akhirnya pun akan buyar. Bagaimanapun serapihnya kau melem hatiku kembali, serpihan-serpihan halus yang hilang tak akan pernah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku lelah akan permainanmu. Tak ada habis-habisnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114682094536018318?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114682094536018318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114682094536018318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/05/memar.html' title='Memar'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114711249286598612</id><published>2006-05-04T23:02:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T11:21:32.876-07:00</updated><title type='text'>Retak</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kaget, ketika kau menyebut namanya. Tepat sesaat sebelum kau selesai. Aku tertegun. Semua gairahku hilang. Hampir copot jantungku. Kau pun sadar apa yang telah kau lakukan. Dan kau terdiam, sebelum pelan-pelan mengangkat dirimu dari atasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu aku bingung apa yang harus kulakukan. Marah? Sedih? Kecewa? Sakit hati? Apa pun yang kulakukan, taruhannya terlalu besar karena perkawinan kita yang dipertaruhkan.&lt;br /&gt;Diam-diam kau berbisik lirih, "Maaf...aku ngak sengaja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam air mata mengalir dari mataku. Kuambil bantal dan kututupi mukaku. Aku menangis tersedu-sedu. Kutepiskan tanganmu ketika kau hendak memelukku. Aku berontak ketika kau mencoba mengambil bantal itu. Aku tak ingin melihatmu...aku jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu kita berdua tidak tidur. Aku terus-terusan menangis...sampai capek sendiri dan kemudian akhirnya tertidur juga. Kau hanya termenung disebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku retak. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114711249286598612?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114711249286598612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114711249286598612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/05/retak.html' title='Retak'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114619898421020696</id><published>2006-04-27T21:35:00.000-07:00</published><updated>2006-04-27T21:36:24.220-07:00</updated><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>Aku terbangun berkeringat dan kehabisan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku bermimpi tentangnya. Apa artinya? Apakah ini berarti aku masih sayang padanya? Mimpi itu terasa begitu real. Tapi di mimpi ini, aku bukanlah pacarnya. Di mimpi ini, aku bekerja untuknya. Dan aku ingat, dalam mimpi ini, hujan selalu turun. Dan tempatnya bukan di Indonesia, karena jalanannya berbeda dan ada bis-bis yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi seperti ini membuatku berpikir. Betapa kuat pengaruhnya padaku. Betapa kuat perasaanku padanya dulu. Dan bagaimana, walaupun sekarang sudah berakhir, aku masih bermimpi tentangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114619898421020696?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114619898421020696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114619898421020696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/04/mimpi.html' title='Mimpi'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114529008155545587</id><published>2006-04-17T09:07:00.000-07:00</published><updated>2006-04-17T09:08:01.573-07:00</updated><title type='text'>GILAAAAAAAAA</title><content type='html'>Aku harus menghilangkan pikiran itu dari otakku. Pikiran apa? Pikiran dimana kau sedang berhubungan badan dengannya. Menciuminya. Memegang tangannya. Kau sedang didalamnya, matamu tertutup dan dia memelukmu erat sambil berbisik menyuruhmu untuk lebih cepat, lebih keras lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran ini membuatku gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus berhenti memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak bisa. Dan aku tahu, suatu hari, hal ini akan merintangi hubungan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114529008155545587?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114529008155545587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114529008155545587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/04/gilaaaaaaaaa.html' title='GILAAAAAAAAA'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114501893143747517</id><published>2006-04-14T05:38:00.000-07:00</published><updated>2006-04-14T05:48:51.453-07:00</updated><title type='text'>Kata Ibu</title><content type='html'>Kata Ibu, "Kamu harus jaga keperawanan kamu. Karena kamu akan dinilai dengan keperawananmu pada saat kamu akan menikah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bullshit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua teman cewe gue udah gak perawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan lelaki untuk memiliki istri yang masih perawan cuma sebatas untuk memenuhi ego mereka. Kalau masih perawan, berarti belum ada lelaki lain yang telah menjamah tubuh si wanita. Kata siapa? Gak tau yah ada yang namanya anal sex?! Atau oral sex?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit pertama-tama, tapi lama-lama pun biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya teman wanitamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubilang padamu, kamu gila mengharapkan seorang wanita perawan untuk menjadi istrimu. Memangnya kamu masih perjaka? Berapa wanita yang telah kau tiduri? Lebih dari satu kan? Dua? Lima? Lebih dari lima?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, apa sih enaknya punya istri yang perawan? Itu pun kalau dia benar-benar perawan, bukan perawan yang dibuat-buat. Punya istri yang perawan berarti kamu harus mengajarinya segala hal yang berbau seks. Tambah lagi, memangnya gampang mengambil keperawanan wanita? Tidak! Karena sakit. Sakit hingga bisa menjerit-jerit. Dan biasanya wanita yang telah menjaga keperawanan mereka mempunyai pikiran yang kolot. Ketakutan akan hal yang disebut penis karena ide-ide yang didoktrinasi orang tua supaya mereka menghindari yang namanya seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat kalau kamu mendapat istri yang perawan. Selamat sabar. Karena itu berarti kamu akan menunggu berminggu-minggu sebelum akhirnya bisa menembus keperawanan istrimu. Dan itu juga berarti, kamu tega meneruskan menyakitinya, walaupun dia sudah menjerit-jerit dan menangis. Dan aku pikir kamu menikahinya karena kamu mencintainya? Apakah itu cinta?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114501893143747517?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114501893143747517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114501893143747517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/04/kata-ibu.html' title='Kata Ibu'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114501817169690705</id><published>2006-04-14T05:10:00.000-07:00</published><updated>2006-04-14T05:36:11.710-07:00</updated><title type='text'>-------</title><content type='html'>Semalam, saat kamu bersama istrimu, aku bersama selingkuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selingkuhanku yang masih muda. Yang masih energetic. Yang tidak seperti kamu yang langsung tertidur begitu selesai. Selingkuhanku yang ganteng. Tidak seperti kamu dengan perutmu yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya, ketika aku bersama selingkuhanku, yang aku pikirkan hanya kamu. Dan betapa aku cemburu membayangkan kamu bersama istrimu. Karena sesungguhnya aku hanya ingin kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114501817169690705?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114501817169690705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114501817169690705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/04/blog-post.html' title='-------'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-114045652803306587</id><published>2006-02-20T09:25:00.000-08:00</published><updated>2006-02-20T09:28:48.046-08:00</updated><title type='text'>Rela</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kau memaafkanku ketika dulu aku melakukan kesalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini, aku tak bisa memaafkanmu ketika kamu melakukan kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa. Tak dapat. Susah. Seperti setengah dariku mati ketika kau mengaku apa yang telah kau lakukan. Benar-benar hatiku terasa sakit. Mungkin itu rasanya ketika seseorang akan mendapat serangan jantung. Bernafas pun susah. Dan air mata tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku bisa menutup sebelah mata. Hanya supaya kau tetap denganku. Dengar itu?! Aku akan melakukan apa pun supaya kau tetap denganku. Aku bahkan rela menutup mata, menutup telinga, apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dengan kenyataan bahwa kau telah melakukan kesalahan itu memang sulit. Tapi lebih sulit lagi hidup tanpamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku akan terus sakit hati. Tapi aku rela. Rela. Benar-benar rela. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-114045652803306587?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114045652803306587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/114045652803306587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/02/rela.html' title='Rela'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-113863184409011431</id><published>2006-01-30T06:32:00.000-08:00</published><updated>2006-01-30T06:37:24.103-08:00</updated><title type='text'>Bukan salah gue, tapi tetep aja gue merasa bersalah.</title><content type='html'>Kenapa lo bego banget?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo tau bukan salah lo. Kenapa tetep aja lo ngerasa bersalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna gue bego. Gue tau bukan salah gue. Tapi tetep aja gue ngerasa bersalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-113863184409011431?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113863184409011431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113863184409011431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2006/01/bukan-salah-gue-tapi-tetep-aja-gue.html' title='Bukan salah gue, tapi tetep aja gue merasa bersalah.'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-113560533035093827</id><published>2005-12-26T05:53:00.000-08:00</published><updated>2005-12-26T05:55:30.360-08:00</updated><title type='text'>Satu lagi masalah</title><content type='html'>"Gue lagi suka seseorang, "kataku cepat-cepat. Takut kalau aku menunggu lebih lama lagi, keberanianku akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo gila apa? Lo kan punya pacar!" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, gue tau. Tapi, dia tuh bener2 menarik banget." tambahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus, lo mo gimana?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ga tau. Gue bingung. Gue tau ga mungkin deh ada apa2 antara gue sama dia. Dia juga tau gue udah punya cowo."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi lo tetep suka dia?" dia bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, gue makin lama makin sayang sama dia. Aduh, ga tau deh. Gue juga bingung sendiri mau gimana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan kebablasan aja yah..." dia menasehatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, gue tau. Ga lebih dari cuma suka doang." janjiku padanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-113560533035093827?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113560533035093827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113560533035093827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/12/satu-lagi-masalah.html' title='Satu lagi masalah'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-113345828697000212</id><published>2005-12-01T09:30:00.000-08:00</published><updated>2005-12-01T09:31:26.996-08:00</updated><title type='text'>Andai</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Andai kau tahu betapa dalamnya kau melukaiku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Andai kau tahu bahwa aku menangis ketika aku mengatakan semua itu kepadamu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Andai ada suatu kesadaran padamu yang akan bisa membuatmu meminta maaf padaku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Andai dalam semua keangkuhanmu, ada suatu saat ketika kau mendengarkanku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Andai aku bisa membencimu, tapi aku tak bisa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Karena aku belum bisa sepenuhnya, melupakanmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-113345828697000212?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113345828697000212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113345828697000212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/12/andai.html' title='Andai'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-113268036394346467</id><published>2005-11-22T09:23:00.000-08:00</published><updated>2005-11-22T09:26:03.960-08:00</updated><title type='text'>Kenangan lama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah lama tidak bertemu, akhirnya dia menelepon. Pertama-tama pembicaraan kami kaku, hambar dan hanya basa basi. Jantungku tak keruan. Dalam hati aku gugup tapi hebatnya aku bisa menyembunyikannya dan berbicara seperti biasa.&lt;br /&gt;Lalu kami berbicara tentang masa lalu, ketika kami baru bertemu. Ketika dia sedang mendekatiku. Banyak hal yang kuingat tentang masa-masa itu. Tiba-tiba dia bertanya, "Dulu, kok kamu mau sama aku?"&lt;br /&gt;Dengan jujur kujawab, "Dulu, aku jatuh cinta sama kamu. Kamu orangnya baik."&lt;br /&gt;Setelah kututup telepon, aku merenung di kursi ruang tamu. Memikirkan yang baru saja terjadi.&lt;br /&gt;Lihat, betapa besarnya kamu mempengaruhiku! Baru segitu saja aku sudah mulai memikirkan ingin kembali padamu. Padahal pembicaraan kita tidak menyentuk topik ingin kembali. Kau tahu keadaanku dan aku tahu keadaanku. Hanya mendengar suaramu, aku tega, walaupun hanya untuk sedetik, melupakan yang aku punya sekarang ini.&lt;br /&gt;Aku sadar, tidak ada masa depan untuk kita. Tapi kenapa perasaan-perasaan ini muncul?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-113268036394346467?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113268036394346467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113268036394346467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/11/kenangan-lama.html' title='Kenangan lama'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-113232261309239086</id><published>2005-11-18T05:58:00.000-08:00</published><updated>2005-11-18T06:03:33.103-08:00</updated><title type='text'>Ingin rasanya</title><content type='html'>Ingin rasanya aku berteriak. Memberi tahu semua yang disekitarku, berteriak sampai suaraku serak. Sampai tenggorokanku terasa sakit, memberitahu semua orang bahwa aku bahagia.&lt;br /&gt;Ingin sekali...&lt;br /&gt;Tapi aku tahu belum waktunya. Belum. Suatu saat akan ada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin dia bertanya padaku, "Lo nulis blog ini buat apa? Lo kan ada gue. Kenapa lo butuh suatu tempat untuk curhat, kalo sebenarnya gampang buat lo angkat telpon and telpon gue."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum. Walaupun kujelaskan, dia tidak akan mengerti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-113232261309239086?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113232261309239086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113232261309239086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/11/ingin-rasanya.html' title='Ingin rasanya'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-113100235701686645</id><published>2005-11-02T23:05:00.000-08:00</published><updated>2005-11-02T23:19:17.026-08:00</updated><title type='text'>Kebohongan</title><content type='html'>Semua yang telah ia lakukan adalah kebohongan. Mungkin tidak disengaja, yang pasti Midie tidak pernah berpikir bahwa suatu hari ia akan melakukan semua ini. Apalagi karena Midie bukan tipe orang yang suka dengan kepura-puraan. Dia tidak suka dengan orang yang hipokrit. Dan tentu saja, segala yang telah ia lakukan, sedikit banyak mengejutkan. Tak pernah terbayang bahwa suatu hari ia akan melakukan hal-hal yang selama ini selalu ia anggap buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak mungkin untuk Midie untuk memberitahu seluruh dunia bahwa dia hamil. Hamil. Hamil. Hamil. Tak guna mengulang kata itu, karena kejadian itu tak akan hilang semudah kata itu diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan? Midie tahu resiko hubungan seks pranikah. Tahu bahwa kalau sampai ia hamil, namanya akan tercoreng selama-lamanya. Bisa dibayangkan muka Ibunya apabila ia tahu Midie hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digugurkan? Tapi itu kejam. Biarpun baru beberapa minggu, tapi ada suatu kehidupan dalam badan Midie sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipelihara? Midie tak siap. Dan sepertinya si lelaki pun tak siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu kenapa, pagi tadi, Midie berdiri didepan kaca dan mengusap perutnya. Dia merasakan dan meresapi anaknya. Sesuatu yang sedang tumbuh didalamnya. Pasti perempuan, pikir Midie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, hidup ini sungguh membingungkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-113100235701686645?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113100235701686645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/113100235701686645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/11/kebohongan.html' title='Kebohongan'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112865704350462293</id><published>2005-10-06T20:43:00.000-07:00</published><updated>2005-10-06T20:50:43.506-07:00</updated><title type='text'>Bimbang</title><content type='html'>Bimbang.&lt;br /&gt;Sepenuh hati ingin tak mengindahkan keraguan yang datang.&lt;br /&gt;Tapi ini urusan seumur hidup. Pernikahan.&lt;br /&gt;For better, for worse.&lt;br /&gt;Setiap kali berbicara ingin rasanya menutup telinga.&lt;br /&gt;Menolak mengakui ketidakyakinan yang sering terselip di nada suara.&lt;br /&gt;Tertawa untuk menutupi perasaan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Tapi tidak, harus kuat menghadapi semua ini.&lt;br /&gt;Tak tega mengecewakan.&lt;br /&gt;Ah...gila!&lt;br /&gt;Pada saat ini untuk berpikir seperti ini.&lt;br /&gt;Sudah terlanjur...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112865704350462293?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112865704350462293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112865704350462293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/10/bimbang.html' title='Bimbang'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112861377255450333</id><published>2005-10-06T08:41:00.000-07:00</published><updated>2005-10-06T20:42:38.333-07:00</updated><title type='text'>Sekarang</title><content type='html'>Sekarang akhirnya si lelaki sudah putus. Midie mempunyainya seutuhnya. Tak ada lagi bersabar diri ketika si lelaki harus berpura-pura kepada pacarnya, tak ada lagi keinginan untuk berlari jauh ketika si lelaki harus menelepon pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, si lelaki mulai membicarakan soal menikah. Ya, menikah dengan Midie. Ketika Midie mendengarnya, perasaannya campur aduk. Senang, bimbang, excited dan takut. Dan ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragu. Ragu karena kali ini Midie tidak yakin alasan kenapa dia bersama si lelaki. Mereka cocok. Mereka sudah kenal satu sama lain lama. Tapi selama ini Midie tidak pernah benar- benar jatuh cinta kepada si lelaki itu. Sex is good. Tapi hatinya hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, mereka akan melangkah ke level yang lebih tinggi lagi. Dan Midie tidak siap. Tidak yakin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112861377255450333?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112861377255450333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112861377255450333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/10/sekarang.html' title='Sekarang'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112445797543650999</id><published>2005-08-19T06:21:00.000-07:00</published><updated>2005-08-19T06:48:53.313-07:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta?</title><content type='html'>Midie mulai jatuh cinta. Bukan jatuh cinta seperti cinta monyet tapi jatuh cinta seperti orang dewasa. Bedanya? Midie lebih realistis sekarang dan tidak berharap terlalu banyak dari rasa cintanya ini. Tidak ada lagi khayalan-khayalan konyol dan menggelikan yang dulu sering Midie impikan ketika sedang sendiri. Khayalan-khayalan tentang ksatria diatas kuda putih yang akan datang dan menyelamatkannya. Hah! Menyelamatkannya dari apa? Dari kehidupan yang hampa dan membosankan? Dari kiamat yang akan datang kalau Midie masih belum menikah ketika dia berumur 30?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan jatuh cinta ini baru saja dirasakan Midie. Tiba-tiba saja rasa cinta itu seperti jatuh menghantamnya ketika dia sedang menatap lelaki itu. Midie mulai jatuh cinta dengan cara lelaki itu tersenyum. Dia baru menyadari bahwa ketika lelaki itu tersenyum ada kerutan-kerutan disekitar matanya dan mulutnya yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang..." Panggil Midie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tau ngak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngak." Canda lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sayang kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku juga sayang kamu." Lelaki itu menghampirinya dan memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh ngak deh. Aku ga cuma sayang kamu, aku cinta kamu. Semakin aku liat kamu semakin aku cinta kamu. Aku kalo liat kamu kayanya gimana gitu perasaannya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahaha...sekarang kamu tau dong gimana perasaan aku kalo liat kamu." Lelaki itu makin erat memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie tersenyum lalu mencium lelaki itu di pipi. Sekali. Dua kali. Tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh...leganya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112445797543650999?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112445797543650999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112445797543650999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/08/jatuh-cinta.html' title='Jatuh Cinta?'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112440673856719607</id><published>2005-08-18T15:56:00.000-07:00</published><updated>2005-08-18T16:12:18.570-07:00</updated><title type='text'>Komitmen</title><content type='html'>Kalau orang bertunangan untuk menikah, apakah itu lebih serius dibandingkan dengan orang yang berpacaran untuk menikah? Sepertinya cuma status tetapi mungkin ada yang lebih dari status itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie mulai berpikir bahwa hubungannya dengan si lelaki itu mulai berkembang. Setiap harinya pasti si lelaki itu membicarakan soal menikah. Soal kawin. Soal membina rumah tangga dengan Midie. Soal mempunyai tiga anak dengan Midie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mereka tidak bertunangan, berpacaran pun mereka tidak karena Midie cuma selingkuhan. Tetapi Midie mulai merasa sesak nafas dan terbelenggu dengan omongan-omongan itu. Setiap kali si lelaki itu mulai membicarakan hal-hal itu Midie cuma bisa tersenyum. Dia mencoba untuk tidak mematahkan harapan lelaki itu tetapi dia tidak juga berusaha untuk memberi semangat. Sekarang ini semuanya tidak pasti. Semua rencana-rencana yang disebutkan lelaki itu sepertinya dibangun diatas fondasi yang lemah karena tidak ada kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie berpikir apakah senyum bisunya menandakan komitmen? Apakah dengan begitu dia menyetujui rencana-rencana itu? Akh, segalanya tidak pasti. Pusing kepala Midie memikirkan semua itu. Midie bingung mengapa dia tidak bisa memastikan perasaannya. Semuanya serba tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Midie sudah tidak muda lagi. Lebih dari cukup tua untuk mulai membina rumah tangga. Sudah beberapa tahun Ibunya mulai memberi tanda-tanda bahwa ia ingin Midie cepat mempunyai suami dan memberinya cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu nih sudah tidak muda lagi loh Mid. Kamu juga sudah siap kan untuk menikah. Cari dong pacar, jangan cuma kerja aja yang dipikirin. Anak Ibu kan cuma kamu satu-satunya. Ibu mau ngemong cucu sebelum Ibu dipanggil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie cuma bisa tersenyum dan berkata, "Sabar Bu. Kan ngak gampang cari pacar yang baik. Nanti kalo buru-buru malah dapet calon suami yang ngak bonafid lagi. Lagian Ibu kan baru 50 tahun, belom tua. Ibu sehat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Midie cepat-cepat pergi, berangkat kerja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112440673856719607?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112440673856719607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112440673856719607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/08/komitmen.html' title='Komitmen'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112423600127076645</id><published>2005-08-16T16:35:00.000-07:00</published><updated>2005-08-16T16:46:41.273-07:00</updated><title type='text'>Menolak</title><content type='html'>Makin lama Midie makin jenuh dengan rutinitas yang dihadapinya dengan lelaki itu. Setiap hari bertemu setelah jam kerja. Kadang mereka bertemu dirumah lelaki itu, kadang mereka bertemu dahulu sebelum ke rumah lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya begitu sampai, lelaki itu mandi. Kemudian Midie mandi. Dan si lelaki mulai meraba-raba Midie setelah dia keluar dari kamar mandi. Dan pastinya pula akhirnya mereka melakukan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Midie ingin menolak tapi dia tak enak hati. Janggal sebenarnya untuk menolak karena lelaki itu hebat performanya. Tapi Midie merasa semakin lama dia semakin tidak tertarik dengan lelaki itu. Apakah karena masih ada yang menghambat hubungan mereka sehingga Midie tidak bisa sepenuhnya menyalurkan rasa sayangnya? Atau karena rasa bersalah? Bukannya Midie tidak suka dengan badan si lelaki. Untuknya itu bukan masalah dan Midie pun dengan gampangnya bisa memeluk dan mencium lelaki itu. Masalahnya baru muncul kalau mereka melakukan lebih dari hanya sekedar memeluk dan mencium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini berarti hubungannya dengan lelaki itu mulai memasuki fase jenuh? Apakah Midie mulai jenuh? Midie tahu bahwa kepribadiannya memang gampang bosan, apalagi kalau tentang lelaki. Tapi dengan pacar-pacar sebelumnya dia berhasil menekan rasa bosan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, andai saja lelaki itu bisa mempercepat proses memutuskan pacarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112423600127076645?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112423600127076645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112423600127076645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/08/menolak.html' title='Menolak'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112410855804502964</id><published>2005-08-15T05:04:00.000-07:00</published><updated>2005-08-15T05:22:38.050-07:00</updated><title type='text'>Dosa</title><content type='html'>Midie tahu hubungan yang sedang dia jalani itu tidak benar. Dosa. Dilihat dari segi agama, dilihat dari segi apa pun, masih dosa. Dosa karena dia melakukan seks sebelum nikah dan dosa karena dia menyakiti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dia sudah tidak perawan sejak dia berumur 17 tahun. Memang lelaki yang ini bukanlah selingkuhannya yang pertama. Tapi belum pernah dia selingkuh dengan lelaki yang sudah punya pasangan. Biasanya Midie yang selingkuh dari pacarnya dengan lelaki lain. Untuknya lebih baik dia yang menyakiti orang lain secara langsung, karena apa pun yang terjadi adalah keputusannya. Dan dia punya kendali atas apa yang terjadi. Sekarang ini posisinya sangat tidak mengenakkan. Dialah si penggoda, si perusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie berpikir, mungkin dia harus mulai berdoa lagi. Lebih sering berdoa dengan harapan dia bisa mendapat jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan dan dilema-dilema yang berterbangan di kepalanya. Untuknya berdoa itu menenangkan. Berdoa memberinya suatu tempat untuk menenangkan diri dan berbicara dengan Tuhan. Berbincang-bincang dengan seseorang yang bisu namun maha mengetahui. Maha mengetahui dan maha pengertian karena sebagaimana pun buruknya yang Midie lakukan, Tuhan selalu ada untuknya kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie ingat sewaktu dia kecil, dia selalu takut Tuhan akan marah padanya kalau dia berbuat sesuatu yang jahat. Pernah suatu kali dia hampir saja mencuri uang dari dompet ibunya. Tapi tidak jadi. Tuhan menghentikannya. Seperti ada yang berbisik kepadanya dan mengatakan, 'Memang kalau kamu curi uang ini tidak akan ada yang tahu. Tapi Tuhan maha mengetahui dan seumur hidup kamu akan merasa bersalah kepada Tuhan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini Midie berharap dia mendapat bisikan itu lagi. Mungkin kalau terjadi dia akan mendengar kata-kata seperti, 'Memang kalau kamu selingkuh dengan lelaki ini pacarnya tidak akan tahu. Tapi Tuhan maha mengetahui dan seumur hidup kamu akan merasa bersalah kepada Tuhan.'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112410855804502964?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112410855804502964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112410855804502964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/08/dosa.html' title='Dosa'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112410709653069653</id><published>2005-08-15T04:47:00.000-07:00</published><updated>2005-08-15T05:04:19.006-07:00</updated><title type='text'>Telepon</title><content type='html'>'Sebentar yah, aku mau telepon &lt;em&gt;dia&lt;/em&gt; dulu,' katanya sebelum meninggalkan Midie dan masuk ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia. Tidak perlu dikatakan siapa. Hanya kata itu pun sudah menjelaskan semuanya untuk Midie. Dia. Pacarnya. Pacar resminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lelaki itu kembali setengah jam kemudian, Midie bertanya sambil berusaha menyembunyikan perasaannya sesungguhnya, 'Kenapa? Dia lagi marah yah sama kamu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ngak. Kenapa tanya begitu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Soalnya aku tadi lihat dia &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; and &lt;em&gt;nickname&lt;/em&gt;nya tuh aneh.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aneh gimana?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Yah, dia tulis &lt;em&gt;nickname&lt;/em&gt;nya Mencari Jawaban.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ngak lah. Kamu parno aja kali. Ngapain dia marah sama aku.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie jalan mendekati lelaki itu yang sedang duduk di sofa kemudian duduk dipangkuan lelaki itu sambil memeluknya erat. Otomatis kedua tangan si lelaki merangkul pinggang Midie. Midie mencium pipi lelaki itu and berbisik ditelinganya, 'Dia marah sama kamu karena kamu...&lt;em&gt;fucking another girl&lt;/em&gt;.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu tersenyum lalu mengangkatnya ke arah tempat tidur sambil berkata, 'Aku...&lt;em&gt;making love to my future wife&lt;/em&gt;.'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112410709653069653?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112410709653069653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112410709653069653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/08/telepon.html' title='Telepon'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15390272.post-112394058417801760</id><published>2005-08-13T06:27:00.000-07:00</published><updated>2005-08-13T06:43:04.183-07:00</updated><title type='text'>Wanita Simpanan</title><content type='html'>Belakangan ini Midie merasa seperti wanita simpanan. Setiap kali setelah mereka melakukan seks, Midie merasa bersalah. Janggal. Tidak keruan perasaannya. Dan dia mulai merasa murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Midie bukan wanita simpanan. Dan memang, lelaki itu bukannya beristri, cuma saja dia punya pacar yang lain. Tapi tetap saja, Midie merasa bersalah karena dialah yang pendatang baru. Dia yang merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia berpikir mau mengakhiri hubungan gelap itu. Memberi lelaki itu ultimatum supaya meninggalkan pacarnya. Supaya enteng pikirannya, plong, dan bebas dari rasa bersalah. Apalagi Midie tahu lelaki itu memang tidak mempunyai perasaan yang kuat terhadap pacarnya. Setiap kali Midie membicarakan tentang pacarnya, jawaban lelaki itu tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sabar yah. Aku tahu kamu stres, tapi aku juga stres. Ngak gampang putusin orang kan Mid. Kadang &lt;em&gt;I wish&lt;/em&gt;...aku bisa ngak &lt;em&gt;care&lt;/em&gt;...ngak peduli. Tapi aku ngak bisa! Dia tuh ngak salah apa-apa. Aku yang salah. Aku yang dari dulu memang jadian sama dia cuma karena aku pelarian dari kamu. Karena aku pikir kamu sudah mantap sama ex kamu yang dulu, aku nyerah nunggu kamu Mid dan aku jadian sama dia.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Midie selalu cuma bisa bilang, 'Aku ngerti dan aku mau tunggu. Cuma aku sebel aja karena kamu masih bukan punya aku seluruhnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Midie menyerah walaupun hatinya berontak. Dan dia berharap dia tidak terlalu jatuh cinta sebelum lelaki itu putus dengan pacarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15390272-112394058417801760?l=m-midie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112394058417801760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15390272/posts/default/112394058417801760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://m-midie.blogspot.com/2005/08/wanita-simpanan.html' title='Wanita Simpanan'/><author><name>Midie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00145840949858454710</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
