Monday, August 07, 2006

Yakin

"Cinta itu harus yakin. Kalau tidak yakin, itu bukan cinta. Itu nafsu." Begitu ceramah si peninggi agama itu.

Aku bertanya, "Jadi, apakah saya ini cinta atau nafsu Pak?"

"Kamu yakin tidak?" dia balik bertanya.

"Ummm..kadang yakin. Kadang tidak. Saya juga kurang tahu." Jawabku.

"Berarti kamu belum yakin..."

Aku memotong, "Tapi saya tidak mau kalau dibilang saya nafsu saja Pak. Kalau nafsu bukannya sesuatu yang negatif? Yang tidak baik? Saya tidak mau dicap seperti itu Pak."

"Yah, tergantung bagaimana kamu melihatnya. Yang dimaksud nafsu ini bukan cuma secara fisik. Tapi juga nafsu mengenai hal-hal lain." Dia menjelaskan lebih lanjut.

"Contohnya Pak?" Aku balas bertanya.

"Nafsu untuk memiliki, untuk mendapatkan status diantara teman-teman karena kamu sudah punya pacar, nafsu untuk mempunyai seseorang yang bisa mengajakmu jalan-jalan Sabtu malam. Seperti itulah."

"Kalau begitu saya nafsu secara fisik saja deh Pak. Sepertinya lebih gampang untuk dijelaskan. Dan sepertinya nafsu fisik itu lebih normal daripada nafsu-nafsu yang lain." Jawabku enteng.

Peninggi agama itu tidak senang mendengar jawabanku. Dia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkanku tanpa bicara. Aku termenung.

"Ah ini sampah."