Retak
Kaget, ketika kau menyebut namanya. Tepat sesaat sebelum kau selesai. Aku tertegun. Semua gairahku hilang. Hampir copot jantungku. Kau pun sadar apa yang telah kau lakukan. Dan kau terdiam, sebelum pelan-pelan mengangkat dirimu dari atasku.
Pada saat itu aku bingung apa yang harus kulakukan. Marah? Sedih? Kecewa? Sakit hati? Apa pun yang kulakukan, taruhannya terlalu besar karena perkawinan kita yang dipertaruhkan.
Diam-diam kau berbisik lirih, "Maaf...aku ngak sengaja."
Diam-diam air mata mengalir dari mataku. Kuambil bantal dan kututupi mukaku. Aku menangis tersedu-sedu. Kutepiskan tanganmu ketika kau hendak memelukku. Aku berontak ketika kau mencoba mengambil bantal itu. Aku tak ingin melihatmu...aku jijik.
Malam itu kita berdua tidak tidur. Aku terus-terusan menangis...sampai capek sendiri dan kemudian akhirnya tertidur juga. Kau hanya termenung disebelahku.
Aku retak.

<< Home