Rela
Kau memaafkanku ketika dulu aku melakukan kesalahan itu.
Tapi kini, aku tak bisa memaafkanmu ketika kamu melakukan kesalahan yang sama.
Tak bisa. Tak dapat. Susah. Seperti setengah dariku mati ketika kau mengaku apa yang telah kau lakukan. Benar-benar hatiku terasa sakit. Mungkin itu rasanya ketika seseorang akan mendapat serangan jantung. Bernafas pun susah. Dan air mata tak terbendung.
Tapi, aku bisa menutup sebelah mata. Hanya supaya kau tetap denganku. Dengar itu?! Aku akan melakukan apa pun supaya kau tetap denganku. Aku bahkan rela menutup mata, menutup telinga, apa saja.
Hidup dengan kenyataan bahwa kau telah melakukan kesalahan itu memang sulit. Tapi lebih sulit lagi hidup tanpamu.
Mungkin aku akan terus sakit hati. Tapi aku rela. Rela. Benar-benar rela.

<< Home