Kenangan lama
Sudah lama tidak bertemu, akhirnya dia menelepon. Pertama-tama pembicaraan kami kaku, hambar dan hanya basa basi. Jantungku tak keruan. Dalam hati aku gugup tapi hebatnya aku bisa menyembunyikannya dan berbicara seperti biasa.
Lalu kami berbicara tentang masa lalu, ketika kami baru bertemu. Ketika dia sedang mendekatiku. Banyak hal yang kuingat tentang masa-masa itu. Tiba-tiba dia bertanya, "Dulu, kok kamu mau sama aku?"
Dengan jujur kujawab, "Dulu, aku jatuh cinta sama kamu. Kamu orangnya baik."
Setelah kututup telepon, aku merenung di kursi ruang tamu. Memikirkan yang baru saja terjadi.
Lihat, betapa besarnya kamu mempengaruhiku! Baru segitu saja aku sudah mulai memikirkan ingin kembali padamu. Padahal pembicaraan kita tidak menyentuk topik ingin kembali. Kau tahu keadaanku dan aku tahu keadaanku. Hanya mendengar suaramu, aku tega, walaupun hanya untuk sedetik, melupakan yang aku punya sekarang ini.
Aku sadar, tidak ada masa depan untuk kita. Tapi kenapa perasaan-perasaan ini muncul?
Lalu kami berbicara tentang masa lalu, ketika kami baru bertemu. Ketika dia sedang mendekatiku. Banyak hal yang kuingat tentang masa-masa itu. Tiba-tiba dia bertanya, "Dulu, kok kamu mau sama aku?"
Dengan jujur kujawab, "Dulu, aku jatuh cinta sama kamu. Kamu orangnya baik."
Setelah kututup telepon, aku merenung di kursi ruang tamu. Memikirkan yang baru saja terjadi.
Lihat, betapa besarnya kamu mempengaruhiku! Baru segitu saja aku sudah mulai memikirkan ingin kembali padamu. Padahal pembicaraan kita tidak menyentuk topik ingin kembali. Kau tahu keadaanku dan aku tahu keadaanku. Hanya mendengar suaramu, aku tega, walaupun hanya untuk sedetik, melupakan yang aku punya sekarang ini.
Aku sadar, tidak ada masa depan untuk kita. Tapi kenapa perasaan-perasaan ini muncul?

<< Home