Wednesday, November 02, 2005

Kebohongan

Semua yang telah ia lakukan adalah kebohongan. Mungkin tidak disengaja, yang pasti Midie tidak pernah berpikir bahwa suatu hari ia akan melakukan semua ini. Apalagi karena Midie bukan tipe orang yang suka dengan kepura-puraan. Dia tidak suka dengan orang yang hipokrit. Dan tentu saja, segala yang telah ia lakukan, sedikit banyak mengejutkan. Tak pernah terbayang bahwa suatu hari ia akan melakukan hal-hal yang selama ini selalu ia anggap buruk.

Tapi tak mungkin untuk Midie untuk memberitahu seluruh dunia bahwa dia hamil. Hamil. Hamil. Hamil. Tak guna mengulang kata itu, karena kejadian itu tak akan hilang semudah kata itu diucapkan.

Apa yang harus dilakukan? Midie tahu resiko hubungan seks pranikah. Tahu bahwa kalau sampai ia hamil, namanya akan tercoreng selama-lamanya. Bisa dibayangkan muka Ibunya apabila ia tahu Midie hamil.

Digugurkan? Tapi itu kejam. Biarpun baru beberapa minggu, tapi ada suatu kehidupan dalam badan Midie sekarang.

Dipelihara? Midie tak siap. Dan sepertinya si lelaki pun tak siap.

Tak tahu kenapa, pagi tadi, Midie berdiri didepan kaca dan mengusap perutnya. Dia merasakan dan meresapi anaknya. Sesuatu yang sedang tumbuh didalamnya. Pasti perempuan, pikir Midie.

Akh, hidup ini sungguh membingungkan.