Sekarang
Sekarang akhirnya si lelaki sudah putus. Midie mempunyainya seutuhnya. Tak ada lagi bersabar diri ketika si lelaki harus berpura-pura kepada pacarnya, tak ada lagi keinginan untuk berlari jauh ketika si lelaki harus menelepon pacarnya.
Kemarin, si lelaki mulai membicarakan soal menikah. Ya, menikah dengan Midie. Ketika Midie mendengarnya, perasaannya campur aduk. Senang, bimbang, excited dan takut. Dan ragu.
Ragu. Ragu karena kali ini Midie tidak yakin alasan kenapa dia bersama si lelaki. Mereka cocok. Mereka sudah kenal satu sama lain lama. Tapi selama ini Midie tidak pernah benar- benar jatuh cinta kepada si lelaki itu. Sex is good. Tapi hatinya hambar.
Dan sekarang, mereka akan melangkah ke level yang lebih tinggi lagi. Dan Midie tidak siap. Tidak yakin.
Kemarin, si lelaki mulai membicarakan soal menikah. Ya, menikah dengan Midie. Ketika Midie mendengarnya, perasaannya campur aduk. Senang, bimbang, excited dan takut. Dan ragu.
Ragu. Ragu karena kali ini Midie tidak yakin alasan kenapa dia bersama si lelaki. Mereka cocok. Mereka sudah kenal satu sama lain lama. Tapi selama ini Midie tidak pernah benar- benar jatuh cinta kepada si lelaki itu. Sex is good. Tapi hatinya hambar.
Dan sekarang, mereka akan melangkah ke level yang lebih tinggi lagi. Dan Midie tidak siap. Tidak yakin.

<< Home