Saturday, August 13, 2005

Wanita Simpanan

Belakangan ini Midie merasa seperti wanita simpanan. Setiap kali setelah mereka melakukan seks, Midie merasa bersalah. Janggal. Tidak keruan perasaannya. Dan dia mulai merasa murah.

Memang, Midie bukan wanita simpanan. Dan memang, lelaki itu bukannya beristri, cuma saja dia punya pacar yang lain. Tapi tetap saja, Midie merasa bersalah karena dialah yang pendatang baru. Dia yang merusak.

Kadang dia berpikir mau mengakhiri hubungan gelap itu. Memberi lelaki itu ultimatum supaya meninggalkan pacarnya. Supaya enteng pikirannya, plong, dan bebas dari rasa bersalah. Apalagi Midie tahu lelaki itu memang tidak mempunyai perasaan yang kuat terhadap pacarnya. Setiap kali Midie membicarakan tentang pacarnya, jawaban lelaki itu tetap sama.

'Sabar yah. Aku tahu kamu stres, tapi aku juga stres. Ngak gampang putusin orang kan Mid. Kadang I wish...aku bisa ngak care...ngak peduli. Tapi aku ngak bisa! Dia tuh ngak salah apa-apa. Aku yang salah. Aku yang dari dulu memang jadian sama dia cuma karena aku pelarian dari kamu. Karena aku pikir kamu sudah mantap sama ex kamu yang dulu, aku nyerah nunggu kamu Mid dan aku jadian sama dia.'

Akhirnya Midie selalu cuma bisa bilang, 'Aku ngerti dan aku mau tunggu. Cuma aku sebel aja karena kamu masih bukan punya aku seluruhnya.'

Midie menyerah walaupun hatinya berontak. Dan dia berharap dia tidak terlalu jatuh cinta sebelum lelaki itu putus dengan pacarnya.