Dosa
Midie tahu hubungan yang sedang dia jalani itu tidak benar. Dosa. Dilihat dari segi agama, dilihat dari segi apa pun, masih dosa. Dosa karena dia melakukan seks sebelum nikah dan dosa karena dia menyakiti orang lain.
Memang dia sudah tidak perawan sejak dia berumur 17 tahun. Memang lelaki yang ini bukanlah selingkuhannya yang pertama. Tapi belum pernah dia selingkuh dengan lelaki yang sudah punya pasangan. Biasanya Midie yang selingkuh dari pacarnya dengan lelaki lain. Untuknya lebih baik dia yang menyakiti orang lain secara langsung, karena apa pun yang terjadi adalah keputusannya. Dan dia punya kendali atas apa yang terjadi. Sekarang ini posisinya sangat tidak mengenakkan. Dialah si penggoda, si perusak.
Midie berpikir, mungkin dia harus mulai berdoa lagi. Lebih sering berdoa dengan harapan dia bisa mendapat jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan dan dilema-dilema yang berterbangan di kepalanya. Untuknya berdoa itu menenangkan. Berdoa memberinya suatu tempat untuk menenangkan diri dan berbicara dengan Tuhan. Berbincang-bincang dengan seseorang yang bisu namun maha mengetahui. Maha mengetahui dan maha pengertian karena sebagaimana pun buruknya yang Midie lakukan, Tuhan selalu ada untuknya kapan saja.
Midie ingat sewaktu dia kecil, dia selalu takut Tuhan akan marah padanya kalau dia berbuat sesuatu yang jahat. Pernah suatu kali dia hampir saja mencuri uang dari dompet ibunya. Tapi tidak jadi. Tuhan menghentikannya. Seperti ada yang berbisik kepadanya dan mengatakan, 'Memang kalau kamu curi uang ini tidak akan ada yang tahu. Tapi Tuhan maha mengetahui dan seumur hidup kamu akan merasa bersalah kepada Tuhan.'
Sekarang ini Midie berharap dia mendapat bisikan itu lagi. Mungkin kalau terjadi dia akan mendengar kata-kata seperti, 'Memang kalau kamu selingkuh dengan lelaki ini pacarnya tidak akan tahu. Tapi Tuhan maha mengetahui dan seumur hidup kamu akan merasa bersalah kepada Tuhan.'
Memang dia sudah tidak perawan sejak dia berumur 17 tahun. Memang lelaki yang ini bukanlah selingkuhannya yang pertama. Tapi belum pernah dia selingkuh dengan lelaki yang sudah punya pasangan. Biasanya Midie yang selingkuh dari pacarnya dengan lelaki lain. Untuknya lebih baik dia yang menyakiti orang lain secara langsung, karena apa pun yang terjadi adalah keputusannya. Dan dia punya kendali atas apa yang terjadi. Sekarang ini posisinya sangat tidak mengenakkan. Dialah si penggoda, si perusak.
Midie berpikir, mungkin dia harus mulai berdoa lagi. Lebih sering berdoa dengan harapan dia bisa mendapat jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan dan dilema-dilema yang berterbangan di kepalanya. Untuknya berdoa itu menenangkan. Berdoa memberinya suatu tempat untuk menenangkan diri dan berbicara dengan Tuhan. Berbincang-bincang dengan seseorang yang bisu namun maha mengetahui. Maha mengetahui dan maha pengertian karena sebagaimana pun buruknya yang Midie lakukan, Tuhan selalu ada untuknya kapan saja.
Midie ingat sewaktu dia kecil, dia selalu takut Tuhan akan marah padanya kalau dia berbuat sesuatu yang jahat. Pernah suatu kali dia hampir saja mencuri uang dari dompet ibunya. Tapi tidak jadi. Tuhan menghentikannya. Seperti ada yang berbisik kepadanya dan mengatakan, 'Memang kalau kamu curi uang ini tidak akan ada yang tahu. Tapi Tuhan maha mengetahui dan seumur hidup kamu akan merasa bersalah kepada Tuhan.'
Sekarang ini Midie berharap dia mendapat bisikan itu lagi. Mungkin kalau terjadi dia akan mendengar kata-kata seperti, 'Memang kalau kamu selingkuh dengan lelaki ini pacarnya tidak akan tahu. Tapi Tuhan maha mengetahui dan seumur hidup kamu akan merasa bersalah kepada Tuhan.'

<< Home